Breaking News

Wednesday, December 3, 2014

Sistem Ekonomi Yang Dibutuhkan Saat Ini

www.ekonomisehat.com

Ada banyak pendapat mengenai penyebab utama krisis ini. Namun orang yang berakal sehat telah lama menyerukan perlunya reformasi komprehensif dan sistem finansial guna membantu mencegah kekacauan dan penyebaran krisis finansial, atau setidaknya meminimalkan frekuensi dan kekejamannya. 

Mayoritas ahli hukum dan cendekiawan Muslim meyakini bahwa penyebab utama terletak pada pengabaian larangan bunga, yang merupakan ajaran penting dalam semua agama utama.

Permasalahan perekonomian global dan ketidakseimbangan yang mencolok pada tingkatan internasional serta dalam bangsa-bangsa itu sendiri memerlukan evolusi dari suatu sistem yang dapat menuntun pada keteraturan perekonomian yang seimbang, adil, dan dapat dipertahankan di dunia ini secara luas. 

Hal ini menuntut para ekonom dan pembuat kebijaksanaan mengembangkan sistem perekonomian yang berbasiskan prinsip-prinsip ideal keadilan sosio-ekonomi dan kewajaran. Hanya dengan memenuhi misi inilah mereka akan dapat membawa pesan kepada umat manusia mengenai kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemakmuran.

Para ekonom yang telah berkecimpung dalam perekonomian islami selama beberapa dekade terakhir dan berusaha menyusun suatu model yang dapat menuntun pada pertumbuhan yang seimbang dan adil yang dapat bermanfaat bagi individu dan masyarakat harus menjalankan pekerjaannya dengan dedikasi dan semangat yang tinggi. 

Sementara itu, satu hal yang harus mereka perhatikan adalah bahwa keadilan/keseimbangan adalah makna dari sistem perekonomian mana pun, dan dalam pandanga Islam, ia tidak dapat dikorbankan untuk pertimbangan lain apa pun.
          Unsur utama dalam menciptakan ketidakadilan adalah “bunga”. Menggantikannya dengan mekanisme modal dan investasi terkait risiko akan dapat menyelesaikan banyak penyakit sosio-ekonomi. Ada beberapa manfaat lain yang dapat dirasakan dalam larangan bungan. 

          Di antara manfaat-manfaat yang dimaksud adalah penanaman dimensi moral ke dalam sistem finansial bersamaan dengan tingkat keadilan dan disiplin pasar yang lebih tinggi agar sistem finansialnya menjadi lebih adil, sehat, dan stabil. Selanjutnya: Ekonomi dan Agama.
Read more ...

Biang Kerok Utama

http://www.ekonomisehat.com/
Jelas sekali bahwa ada daftar yang panjang mengenai faktor-faktor yang bertanggung jawab atas kegagalan sistem perekonomian global dalam menangani permasalahan perekonomian umat manusia dan memastikan keadilan, keseimbangan, serta kewajaran. 

Dua faktor utama yang bertanggung jawab atas kegagalan sistem perekonomian global adalah manajemen perekonomian yang tidak efisien sehingga tidak memberikan perhatian kepada kemiskinan dan eksploitasi kepada yang lemah, serta fungsi uang, keuangan, dan pasar keuangan yang memainkan peran paling strategis dalam menciptakan, mendistribusikan, dan memindahkan sumber daya pada tingkat nasional dan global. Pemerintah, dalam tujuannya untuk memungkinkan interaksi bebas atas kekuatan-kekuatan pasar, telah lalai dalam mengawasi fungsi dengan tujuan melindungi pihak-pihak berkepentingan utama dan segmen-segmen masyarakat yang rapuh. 

       Sebagai akibatnya, banyak kepentingan pribadi telah menciptakan banyak distrosi di pasar yang sengaja mengendalikan dan menentukan persediaan barang serta mentransfer sumber daya kepada kalangan-kalangan yang diistimewakan.Karena sarana utama yang ada di tangan pemerintah adalah uang, satu faktor yang harus diperhatikan adalah menyadari sasaran pertumbuhan perekonomian yang seimbang dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk kesejahteraan umat manusia adalah di area uang dan keuangan. 

       Pelembagaan bunga, sebagai basis pemerintah, dan korporasi-korporasi sektor publik serta swasta meminjam dana, menciptakan parasit-parasit di masyarakat sehingga terciptalah jarak makin lebar antara yang kaya dan miskin. Menurut almarhum Yusuf Ali (penerjemah ulung kitab suci Alquran ke bahasa Inggris): “Walaupun perdagangan dan industri yang sah meningkatkan kemakmuran serta stabilitas manusia dan bangsa, ketergantungan terhadap riba hanya akan mendorong sebuah ras pemalas, pemeras kejam, dan orang-orang tak berguna yang tidak memahami kebaikan untuk dirinya sendiri sehingga dapat disamakan dengan orang-orang gila”. Itu menjadi fakta mendasar bahwa sistem yang berbasiskan bunga, tanpa memandang berapapun tingkat bunganya, menciptakan “pemalas” dan “pemeras kejam”.

Larangan atas bunga dalam semua agama terbuka yang kita diskusikan dalam bab-bab selanjutnya pada dasarnya menyatakan secara tidak langsung bahwa tak akan ada keuntungan atau manfaat tanpa adanya pembagian risiko, yang berarti jika seseorang ingin mendapatkan keuntungan, ia juga harus tidak bebas dari adanya kemungkinan kerugian, jika ada. “Tidak ada risiko, tidak ada keuntungan” sebenarnya adalah prinsip hukum dasar Syariah dan peraturan baku atas keadilan. 

Tanggung jawab untuk menanggung adanya kemungkinan kerugian dapat memotivasi seorang investor untuk lebih berhati-hati dalam membuat keputusan investasi. Hal ini dapat membantu menghapus bahaya moral yang berkaitan dengan keuntungan tanpa risiko pada investasi finansial, dan oleh karenanya menanamkan disiplin yang lebih tinggi ke sistem finansial. Jangan lewatkan kelanjutannya: Kebutuhan Saat Ini.
Read more ...

Aktivitas-aktivitas Kesejahteraan Sosial Pemerintah

http://www.ekonomisehat.com/
Hampir semua pemerintahan dewasa ini membelanjakan uang  dalam julah yang besar pada jaring pengaman sosial, tapi biaya tersebut cenderung tidak mengurangi dampak tidak sehat dari ketidakadilan yang disebabkan oleh peralatan perekonomian dan keuangan konvensional serta menghasilkan distribusi pendapatan dan sumber daya yang tidak seimbang oleh kekuatan-kekuatan pasar yang tidak dapat dihindarkan. Ketidakseimbangan yang diciptakan oleh sistem sebagai suatu keseluruhan tidak dapat diperbaiki hanya dengan pembelanjaan pemerintah yang selektif, sebaliknya bahkan mengarah ke bahaya moral dalam beberapa arah sosio-ekonomi. 

Dibandingkan dengan permasalahan yang diciptakan oleh sistem, aktivitas kesejahteraan sosial seperti itu tidak dapat memenuhi kebutuhan jutaan rakyat miskin atau kelompok-kelompok yang rapuh di masyarakat. Sebagai tambahan untuk memperkuat, merestrukturisasi, dan memperluas jaring pengaman sosial guna menyediakan dukungan kepada segmen-segmen masyarakat yang membutuhkannya, harus ada perubahan besar dalam sistem pada tingkatan yang lebih luas sehingga kelompok-kelompok yang lemah bisa mendapatkan bagian mereka pada tahap produksi dan pendistribusian kekayaan serta aset di berbagai faktor produksi.

Itulah sebabnya walaupun pemerintah telah mengeluarkan pembelanjaan dalam jumlah besar dan ada perkembangan industrial serta teknologi tingkat tinggi, negara-negara dengan sumber daya berlimpah belum mampu menyadari sasaran-sasaran normatif mereka, terutama dikarenakan adanya fakta bahwa terdapat konflik di antara peralatan yang berlaku dari perekonomian konvensional dan sasaran-sasaran normatifnya. 

Sistem berbasiskan bungan yang menciptakan dan mengalokasikan dana serta kebijaksanaan moneter yang berbasiskan pasar secara kejam menentang kalangan yang miskin dan merupakan penyebabn utama pengangguran serta ketidakadilan pendistribusian aset dan pendapatan pada tingkat nasional serta global. Pemerintah dan bank sentral menjadi semakin pasif terhadap nasib masyarakat di semua perekonomian, memfasilitasi maksimalisasi keuntungan pada sektor korporat dan mereka yang sudah kaya. Baca tulisan selanjutnya: Biang Kerok Utama.
Read more ...
Designed By ekonomisehat.com