Breaking News

Friday, February 19, 2016

Sekilas Tentang Riwayat Hidup BJ. Habibie

http://www.ekonomisehat.com/
BJ. Habibie adalah salah satu dari sekian banyak tokoh besar yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah ilmuwan Islam di abad modern yang terkenal dengan kepintaran dan kejeniusannya.

Lahir di Pare-Pare, 25 Juni 1936 dengan nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, putra Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo. Beliau merupakan anak ke-4 dari delapan bersaudara. Sejak kecil ia dididik dengan dalam suasana keluarga yang religius, yang mungkin menjadi dasar ia mempelopori berdirinya Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia yang disingkat dengan ICMI.

3 September 1950, ayah BJ. Habibie meninggal dunia karena mengalami serangan jantung ketika menunaikan shalat Isya’. Setelah itu Habibie pindah ke Bandung untuk meneruskan pendidikannya.
Ibundanya, Ny. R.A Tuti Marini tidak merasa tenang. Sehingga memutuskan untuk meninggalkan Ujung Pandang, pindah ke Bandung dengan menjual rumah dan kendaraannya. 

Institut Teknologi Bandung menjadi tempat pertama bagi Habibie untuk mengasah keahliannya dalam ilmu eksakta secara mendalam. Selama menjadi mahasiswa di ITB Habibie memang banyak tertarik dibidang aeromodeling atau model pesawat terbang yang ia buat sendiri.

Menjadi Mahasiswa di Jerman

Pada tahun lima puluhan, belajar diluar negeri masih merupakan hal yang langka, baik dengan beasiswa pemerintah maupun biaya sendiri. Tetapi Ny. R. A Tuti Marini sudah bertekad untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya semaksimal mungkin seperti keinginan almarhum suaminya, termasuk keluar negeri.

Singkat cerita, perjuangan ibunya untuk mendapatkan beasiswa bagi Habibie membuahkan hasil. Jerman menjadi tujuan dan tempat belajar Habibie selanjutnya. Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. 

Sebelum berangkat ke Jerman, beliau bertemu Prof. Dr. Muhammad Yamin selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang waktu itu mengelus-ngelus kepalanya dan berkata, “Kamu inilah harapan bangsa.” Nasehat tersebut merupakan ujian yang harus dilalui dengan sukses oleh B .J. Habibie.

Perjuangan di Rantau

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta diantara teman-temannya yang lain. Musim liburan bukan liburan bagi beliau, karena justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Ketekunan Habibie dalam belajar membuahkan hasil berupa kesuksesan beliau dalam bidang akademik. Tahun 1960 ia meraih gelar Diploma Ing., dengan nilai Cumlaude atau dengan angka rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summacumlaude dengan angka rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Belum lagi penemuan beliau tentang pemecahan persoalan penstabilan konstruksi di bagian ekor pesawat yang dihadapi oleh Perusahaan HFB (Hamburger Flugzeugbau) yang kini berubah menjadi MBB (Messerschmitt Bolkow Blohm) selama tiga tahun akhirnya dapat diselesaikan oleh Habibie dalam waktu enam bulan. 

Kemudian pada tahun 1974, beliau sudah diangkat menjadi Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB. Amanat tersebut merupakan jabatan tertinggi yang diduduki oleh orang asing di Jerman. Sebuah penghargaan bagi kemampuan, kegigihan dan dedikasinya dalam bidang ilmu yang dikembangkannya.

Kecintaannya Buat Indonesia

Kesuksesan yang beliau dapatkan di Jerman tidak membuat ia lupa pada tanah airnya Indonesia. Meskipun ia dan istrinya, Ibu Ainun Habibie, telah merasakan kehidupan yang nyaman di Jerman dengan penghargaan dan fasilitas dari pemerintah Jerman. Ketika panggilan pulang ke tanah air untuk mengabdi itu datang, beliau mengamininya. Seperti sajak yang pernah ia tulis ketika Habibie terbaring sakit karena terserang virus influenza yang hampir merenggut nyawanya.


"Sumpahku"

Oleh: B.J. Habibie (Presiden ke-3 Republik Indonesia)

Terlentang!

Jatuh! Perih! Kesal!

Ibu Pertiwi,

Engkau pegangan.

Janji pusaka dan sakti,

Tanah tumpah darahku,

Makmur dan suci.

Hancur badan,

Tetap berjalan

Jiwa besar dan suci

Membawa aku padamu,

Padamu Indonesia,

Makmur dan suci.


Dari berbagai sumber.
Read more ...

Friday, January 15, 2016

Tips Menentukan Bisnis Yang Harus Ditekuni

www.ekonomisehat.com
Punya usaha sendiri adalah idaman banyak orang, kalau tidak ingin dikatakan idaman semua orang. Alasan yang paling masuk akal adalah karena semua orang ingin kaya raya dan punya penghasilan dari usaha sendiri. Alasan yang lain menurut saya adalah karena pada dasarnya manusia itu suka dengan kemerdekaan dan senang menjadi boss (debatable zihh...).

Percayalah, merdeka itu menyenangkan dan membahagiakan. Bisnis sendiri itu artinya mengangkat diri sendiri jadi Boss dan merdeka menentukan apa yang harus dilakukan. Walaupun ada pasang surutnya, tapi itulah indahnya berbisnis. Ibarat kata orang, 'kalau takut dihempas gelombang, jangan berumah di tepi pantai'. Begitu seseorang masuk ke dunia bisnis, artinya ia harus siap dengan segala amuk redam dan indahnya jagad bisnis.

So, bisnis apa sih yang harus saya tekuni? Atau, bisnis apakah yang paling cocok dengan saya? 

Yuuk, kita simak tips berikut ini.

1. Bangunlah bisnis berdasarkan apa yang anda sukai atau senangi.

Dalam dunia usaha itu pasti ada untung dan rugi. Adakalanya usaha yang kita lakukan menghasilkan keuntungan yang besar, ada kala kecil. Tapi ada pula masanya usaha kita mengalami kerugian. Terkadang kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala trik dan kemampuan yang kita miliki, tapi tetap saja hasil atau keuntungan yang didapat tidak seperti yang diharapkan. 

Hal ini pasti menguras emosi dan tenaga. Untuk pemain baru dalam dunia bisnis, kebanyakan akan menyerah dan berhenti berbisnis. Di saat itulah dibutuhkan mental yang kuat. Mental bisnis cenderung stabil jika bisnis yang ditekuni ada di bidang yang disenangi. 

Seorang penyuka dan seniman kaligrafi akan terus menghasilkan karya kaligrafi meskipun karya yang dihasilkannya dihargai murah atau tidak kunjung dibeli orang. Begitu juga seseorang yang senang merangkai karangan bunga akan terus merangkai bunga meskipun pasar rangkaian bunga sedang lesu peminat.

Dunia bisnis penuh dengan persaingan. Pebisnis baru yang artinya pesaing baru terus tumbuh dan datang. Untuk memenangkan persaingan dan tetap eksis dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi. Bisa jadi pebisnis akan  mengalami kesulitan mengembangkan kreativitas dan inovasi jika bisnis yang ia tekuni bukan bidang yang disenanginya. Sebaliknya, kreativitas dan inovasi akan lebih mudah berkembang di tangan penyukanya. Ide-ide baru akan terus muncul untuk mengembangkan bisnisnya. 

Bersambung...
Read more ...

Tuesday, January 12, 2016

Masyarakat Ekonomi Syariah

www.ekonomisehat.com
Rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (sumber: detik.com). 

Berita ini tentunya menggembirakan bagi Masyarakat Ekonomi Syariah sebagai organisasi yang berusaha memajukan sistem ekonomi syariah di Indonesia. Untuk sekedar mengingat-ingat, berikut sekilas informasi tentang MES.

SEJARAH MES

Masyarakat Ekonomi Syariah yang disingkat dengan MES didirikan pada hari Senin, tanggal 1 Muharram 1422 H, bertepatan dengan tanggal 26 Maret 2001 M. Di deklarasikan pada hari Selasa, tanggal 2 Muharram 1422 H di Jakarta. Dalam bahasa Inggris MES adalah Islamic Economic Society atau dalam bahasa Arabnya Mujtama’ al-Iqtishad al-Islamiy.

Organisasi ini didirikan untuk mensosialisasikan dan mendidik masyarakat tentang sistem ekonomi syariah secara terstruktur dan berkelanjutan. Karena sosialiasi yang dilakukan secara sendiri-sendiri, seperti yang dilakukan oleh Bank Muamalat dan kemudian diikuti oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya, tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Menyadari hal tersebut, lembaga-lembaga keuangan syariah berkumpul dan mengajak seluruh kalangan yang berkepentingan untuk membentuk suatu organisasi yang kemudian dinamakan MES.

Awalnya MES didirikan hanya untuk di Jakarta saja tanpa mempunyai rencana untuk mengembangkan ke daerah-daerah. Ternyata kegiatan yang dilaksanakan oleh MES memberikan ketertarikan bagi rekan-rekan di daerah untuk melaksanakan kegiatan serupa.

Kemudian disepakati untuk mendirikan MES di daerah-daerah dengan ketentuan nama organisasi dengan menambah nama daerah di belakang kata MES. Organisasi MES yang didirikan di daerah tersebut berdiri masing-masing secara otonom.

Dalam perkembangannya MES berdiri sampai ke luar negeri seperti di Arab Saudi dan Malaysia. Kegiatan sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang ekonomi syariah semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri keuangan syariah tentunya.
 
Pendiri MES adalah Perorangan, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, lembaga kajian dan badan usaha yang tertarik untuk mengembangkan ekonomi syariah. MES berasaskan Syariah Islam, serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga terbuka bagi setiap warga negara tanpa memandang keyakinan agamanya.

MES adalah organisasi independen, dan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau Ormas tertentu, namun harus tetap menjalin kerjasama agar dapat diterima semua pihak. Alhamdulillah, dengan segala aktifitasnya, MES telah mendapat pengakuan di semua kalangan masyarakat, baik dari kalangan ulama, praktisi, akademisi, pemerintah dan legislatif baik di dalam maupun luar negeri.

Usaha MES secara terstruktur dan kontinyu melaksanakan agenda sosialisasi dan mendidik masyarakat tentang sistem ekonomi syariah telah menampakkan hasil yang menggembirakan. Kepercayaan masyarakat kepada sistem ekonomi syariah telah terbukti dengan semakin berkembangnya dunia perbankan syariah dan usaha berbasis sistem ekonomi syariah lainnya, seperti asuransi.

VISI
Menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan system ekonomi dan etika usaha yang sesuai dengan syariah Islam di Indonesia
 
MISI
1.    Membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah.

2.   Mewujudkan silaturrahim di antara pelaku-pelaku ekonomi, perorangan dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syariah.

3.   Mendorong pengembangan aktivitas ekonomi syariah di Indonesia sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam kegiatan usaha termasuk dalam hal investasi maupun pembiayaan.

4.     Meningkatkan hubungan antara anggota dan otoritas yang terkait dengan kegiatan ekonomi dan keuangan syariahMeningkatkan kegiatan untuk membentuk sumber daya insani yang mempunyai akhlak, ilmu dan kemampuan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi syariah.

Sumber: ekonomisyariah.org
Read more ...

Sunday, January 10, 2016

Tips Menentukan Judul Skripsi


Banyak mahasiswa akhir mengalami kegalauan ketika membuat tugas akhir atau sikripsi. 'Aku harus nulis apa ya?' 'Aku bingung nih, belum nemu juga judul skripsi yang harus aku ajuin.' Pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan-pernyataan serupa berseliweran di kepala mahasiswa tingkat akhir. Galau tingkat tinggi Bray...
www.ekonomisehat.com


Menentukan atau mencari judul skripsi itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau tau langkahnya. Dibilang susah, terbukti banyak yang frustasi karena judul yang diajukan ditolak melulu. Nah, berniat untuk sedikit membantu teman-teman mahasiswa dalam menentukan judul skripsi (tanpa bermaksud menggurui), berikut panduan atau tips menentukan judul skripsi dari saya.


Langkah awal menentukan judul skripsi.


Sebelum membahas langkah-langkah menentukan judul skripsi, ada perlunya kita perjelas dulu apa itu skripsi. Kata teman saya, skripsi itu adalah kumpulan skripsi-skripsi orang lain ditambah dengan pendapat sendiri kemudian disusun jadi satu kesatuan sesuai dengan metode ilmiah penyusunan skripsi. Hahahaha... Singkat kata, skripsi itu adalah hasil penelitian ilmiah dalam bentuk tulisan. 


Karena skripsi itu penelitian ilmiah, maka dibutuhkan pengetahuan dan semangat dalam melakukan penelitian ilmiah. Maka, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tentukanlah judul skripsi itu berdasarkan,


  1. Hal atau sesuatu yang paling dikuasai.

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan setiap orang punya pengetahuan lebih tentang suatu hal dan kekurangtahuan tentang hal atau bidang yang lain. Menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah hal pokok dalam menulis skripsi. Karena akan menyulitkan ketika kita menganalisis hal yang tidak kita kuasai atau pengetahuan kita minim tentang suatu hal itu.


Misalnya saja seorang mahasiswa ekonomi islam sangat menguasai perbankan islam, ia seharusnya menulis tentang perbankan islam. Atau jika ia sangat menguasai asuransi islam, tentukanlah judul skripsi mengenai asuransi islam.

      2.      Hal atau sesuatu yang paling disukai.
 
Menulis skripsi itu bisa diibaratkan dengan memelihara binatang. Orang yang jijik dan takut ular, akan tersiksa jika dipaksa memelihara ular. Sebaliknya, orang yang sangat suka kucing akan dengan sangat bahagia dan senang hati dikasih kucing, akan ia pelihara dengan sangat baik. 


Begitu juga dalam menulis skripsi, tentukanlah hal yang paling disukai dari ekonomi syariah bagi mahasiswa ekonomi syariah, atau hal paling disukai dari psikologi islam bagi mahasiswa psikologi islam. Karena menulis dalam bidang yang paling disukai itu adalah hal yang sangat menyenangkan, mudah, dan membahagiakan. 

      3.       Hal atau sesuatu yang dikuasai dan disukai. Inilah yang lebih baik dan akan mendatangkan kemudahan dalam penulisan skripsi nantinya.
 
Jika sudah menentukan akan menganalisis berdasarkan hal yang dikuasai atau yang disukai, akan dengan mudah menentukan tema besar dan pokok masalah yang akan dianalisis dan kemudian menemukan judul yang tepat.


Cari referensi sebagai jalan pembuka ide.


Referensi sangat dibutuhkan dalam menemukan hal yang baru, karena judul skripsi itu adalah hal baru. Referensi bisa didapatkan dimana saja, di perpustakaan, internet, teman, keluarga, lingkungan, senior, dan tempat tak terduga lainnya. 


Referensi berupa informasi ini akan kita jadikan titik awal membuka ide tentang judul skripsi. Informasi yang terpenting adalah judul-judul skripsi dari sarjana tentang tema yang sama yang akan kita analisis. 


Dengan judul-judul skripsi yang sudah dikumpulkan, susunlah judul-judul skripsi yang baru dengan mengubah sedikit judul-judul yang sudah ada. Bisa mengubah objek penelitian atau pokok masalahnya. 


Ajukan judul yang sudah dibuat.


Punya judul yang banyak dan bagus tidak berguna jika tidak pernah diajukan. Beranikan diri untuk mengajukan judul dan mempertahankannya dengan argumen yang bagus. Gunakanlah bahasa yang santun kepada dosen untuk memberikan kesan yang baik. 


Percaya dirilah, karena percaya diri itu akan sangat membantu dan membuat orang lebih mudah menerima dan yakin kepada kita. Bisa jadi judul yang kita ajukan itu ditolak, tetapi akan ada masukan yang bagus dari dosen untuk judul baru yang kemungkinan besar akan diterima.  


Tips yang terakhir dari saya adalah tetaplah berjuang, belajar, dan jangan lupa untuk berdoa yang terbaik kepada Allah swt. Semoga bermanfaat.


Penulis yang masih belajar menulis.
Read more ...
Designed By ekonomisehat.com